“That depends a good deal on where you want to get to,” said the Cat
“I don’t much care where” said Alice
“Then it doesn’t matter which way you go,” said the Cat.
(Lewis Caroll, Alice’s Adventures in Wonderland)
Ini adalah kisah tentang sebuah perjalanan untuk mengetahui cara membangun istana di udara dan menjadikannya sebuah kenyataan, tentang jembatan-jembatan yang menghubungkan impian untuk terbang dan kemampuan untuk mewujudkannya. Ini adalah cerita tentang seseorang di suatu tempat…
“Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.”
“Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!”
Takdir selalu menjadi bagian terabstrak dari perhitungan makhluknya. Dalam keimanan yang terdalam selalu ada ruang akan pengejawantahan tawakkal – titik tolak dari keterukuran keimanan seseorang. Entah dia baik atau pun tidak. seberapa dalam keyakinannya untuk menyerahkan segala permasalahan, hidup dan matinya kepada ALlaah SWT semata. dan lebih dari itu, meski bisa kumengerti tanpa penjelasan kata, aku tak pernah tau bagaimana cara mengungkapkannya dalam bahasa yang mampu menjelaskan mengapa logika tidak berperan di sini. Selain sebanyak mungkin bertasbih atas namaNya.
Amanahku tidak terlalu baik, bahkan mereka sering sekali kutelantarkan. Astaghfirullah… ampunilah hambaMu Ya robb.
Bersepuluh dalam sebuah kelompok yg bertemu setiap pekannya membuatku mengerti tak sekedar latar belakang hidup mereka, tapi rencana, harapan juga cara berpikir mereka terhadap kehidupan. Sapa sangka jika setelah berpisah beberapa bulan lamanya, banyak yang telah berubah. Tidak sekedar berubah, tapi dari kehidupan mereka aku merenungi banyak hal. Tentang perjuangan melawan penyakit, tentang dakwah di keluarga, tentang pernikahan, tentang kematian dan tentang takdir itu sendiri.
Satu di antara mereka, ketua kelompoknya, seseorang yg slalu ceria, seseorang yg menyambutku pertama kali dengan senyumnya. salah satu yang rajin namun sering tampak tidak serius. Seseorang yg selalu menjadi pusat perhatian karena sifatnya. Sosok yang sangat hidup, hingga membuatku hampir tak percaya mendenger khabarnya sebulan yang lalu.
“F meninggal mbak tadi sore tertabrak bis … meninggal di RSHS meski sebelum meninggal masih sadar bahkan sempat mengontak keluarganya karena kecelakaan”
Aku sungguh tak tau harus berkata apa, selain kalimat dzikir yang tak sadar merembas di kisi2 hati. Dia yang lebih muda telah mendahuluikku. Yang nampak begitu hidup, hingga aku tak percaya…
Sebulan sebelumnya, khabar yang lain dari si M. Kali ini adalah satu yang tercantik di antara mereka. Fansnya banyak sekali. Aku harus sabar mendengarkan segala keluhnya mengenai para fans yang tak henti2nya mengejar dan berusaha mengotori hatinya dengan penyakit murahan bernama VMJ.
“Si M menikah mbak besok, dijodohkan orang tuanya”
Alhamdulillaah aku turut senang mendengarnya, semoga bisa menutup segala pintu fitnah. Diduhuluin? Ga mengapa … toh masalah menikah adalah fastabiqul khoirot. Tapi hari ini aku mendengar berita lagi darinya, bahwa hidup tidak selalu berakhir seperti dongeng.
“Itu dia mbak, si M keguguran … dan nampak sangat shock karena dia ga sadar kalau dirinya lagi berisi, sementara suaminya sedang jauh. Kemungkinan karena TA nya memakai pelarut organik, ada beberapa pelarut yang toksin untuk janin. Kasihan .. saya menemukannya sedang menangis diam2 di kampus karena pasca keguguran itu dia UTs, jadi habis keguguran masih harus ebrangkat ke kampus”
arus pelan-pelan untuk mengeja semua penjelasannya, karena cerita HC ANderson memang hanya ada di layar kaca, tapi Moga ALlah memudahkan urusannya… dan insyaaLlaah memang itulah yang terbaik.
“Kalau si D juga dah nikah mbak.. dengan ikhwan adek sejurusan mbak IF03..”
Itu berita selanjutnya. Dan alhamdulillaah … kali ini aku tidak akan berkomentar lebih banyak.
Dia. Ada dia setidaknya berita2 mereka masih up-to date, sekedar mengobati kerinduan yang tidak bisa kuungkapkan karena suatu permasalahan yg tidak kuketahui bagaimana menyelesaikannya. Dan dia sendiri tengah berjuang dengan penyakitnya … sementara permasalahan keluarganya yang rumit menjadikan berbagai kendala untuknya, semoga ALlah melindunginya … adikku yang cantik
amiin.
“That depends a good deal on where you want to get to,” said the Cat
“I don’t much care where” said Alice
“Then it doesn’t matter which way you go,” said the Cat.
(Lewis Caroll, Alice’s Adventures in Wonderland)
Doc said I was exhausted n haven’t been eating properly. I had had to deal with JDeveloper that kept me awake almost 24 hours a day before I have been bed-ridden for a few days following a fainting spell. I ask myself, What did i get myself into?
Sadly, I learned this the hard way. Sometimes when I look around, and see the different situations that people live in, different challenges that people go through, it doesn’t seem fair. Or I wonder why things are the way they are. Wouldn’t they be better if they were different?
I was discussing this with Mr Balzach the other day, and he told me that Allah has a special plan for each of us. And things don’t happen by accident.
I started thinking that my entire life is a lesson that Allah wants to teach me. Every experience I go through has been designed so that I can be tested and grow. And since Allah knows us better than we know ourselves, He always gives us just the right test — the one that really challenges us in an area that we have difficulty in — so that we may become stronger in that particular field. inshaAllah.
Well, the fact is, that at any point in time, we are only on the particular side of the fence that we’re on by Allah’s will. Perhaps He wanted us to learn something, or do something, that would best be done by someone in our particular situation. Every situation has its advantages and disadvantages.
I pray that Allah allows us to see past the disadvantages and make the most of the advantages of every situation to serve Him from whatever side of the fence we’re on.